Minggu, 28 Februari 2010

PENTINGNYA ETIKA PROFESI

  • Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat.
  • Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.
  • Etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya.Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip prinsip moral yang ada
PENGERTIAN ETIKA

  • Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain.
  • Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agara mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya.
TERDAPAT 2 MACAM ETIKA :

  1. ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusahameneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil
    keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
  2. ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang
    bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.
ETIKA SECARA UMUM

  • ETIKA UMUM, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teoriteori.
KODE ETIK PROFESI

  • Kode; yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu, misalnya untuk menjamin suatu berita, keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis.
  • Kode etik ; yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku seharihari di masyarakat maupun di tempat kerja.
  • MENURUT UU NO. 8 (POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN) Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam
    kehidupan sehari-hari.
Sumber : http://elista.akprind.ac.id

Selasa, 29 Desember 2009

OSGI (Open Service Gateway Initiative)

Berdasarkan kesimpulan bahwa OSGI ini adalah layanan untuk membuka jembatan dari berbagai jalan. Maksutnya adalah bahwa osgi ini adalah sebuah Tekhnologi dimana kita dapat menggabungkan berbagai fungsi dalam satu tujuan atau aplikasi, suatu cara untuk menggabungkan berbagai bagian-bagian yang mana bagian-bagian ini dibungkus menjadi sebuah aplikasi yang dapat kita gunakan dengan berbagai macam kegunaan. Sebenarnya teknologi ini berawal dari pikiran bagaimana cara mengubah program tanpa membongkar koding. Dari situ teknologi ini mulai dikembangkan dalam bahasa pemrograman mulai dari instalasi, jalannya program, update dan sampai uninstall tanpa perlu memperbarui coding. Manfaat dalam penerapan osgi ini adalah :
  • Programmer dapat mengupdate atau mengupgrade kodingnya dengan mudah.

Contoh : programmer membuat aplikasi yang mana terdapat bug yang harus ditambal, programmer ini tidak perlu melakukan pengkodingan ulang dan mengganti aplikasi yang lama dengan aplikasi baru yang memakan waktu dan biaya yang besar untuk menambalnya (patching). Seperti cara inject (suntik) ke dalam program yang telah dibuat. Dan ini tidak merubah struktur program dan kinerja program tersebut.

  • Dengan teknologi osgi ini kita dapat menyatukan berbagai fungsi di dalam aplikasi.

Contoh : seperti plug in yang dapat menambahkan fungsi dalam aplikasi.

  • Mudah dalam penerapan

Bagi tim yang membuat aplikasi tentunya tugas mereka berbeda. Ada yang membuat desain antar muka atau GUI, ada yang membuat koding jalan softwarenya, ada yang membuat keamanannya, dan lain sebagainya. Nah dari semua koding yang telah dibuat ini kita dapat satukan dengan dan Dibungkus dari komponen-komponen OSGI ini.

  • Efisiensi biaya

Dalam hal ini untuk pengembangan sebuah software dapat menekan biaya yang dikeluarkan dalam pemeliharaan software. Seperti yang tertera dalam penjelasan a.

Sebenarnya masih banyak keuntungan atau manfaat osgi ini. Dan dapat dilihat pada web resmi osgi alliance.

IMPLEMENTASI OSGI

Teknologi Osgi sudah sangat banyak dikembangkan untuk berbagai macam keperluan dalam sehari hari maupun di bidang teknologi informasi dan industry serta di bidang ilmu komputer.

  • Dalam kehidupan sehari-hari

Dikembangkan untuk mengendalikan alat-alat elektronik dalam rumah tangga dengan internet. Yaitu dengan menghubungkan berbagai framework OSGI ini untuk mengendalikan alat-alat rumah tangga yang bersifat elektronik. Hal ini dilakukan dengan berbagai protocol network yaitu Bluetooth, uPnP,HAVi, dan X10. Dengan bantuan Jini dan standart OSGI dari sun microsistem yaitu Java Embedded Server. Teknologi ini dinamakan home network dan jinni adalah salah satu standart untuk pembuatan home nerwork yang berbasis java.

  • Teknologi dan industry

Dalam hal ini pengembangan OSGI dalam Teknologi dan industri adalah untuk otomatisasi industri. Seperti otomatisnya system dalam gudang yang dapat meminta dalam PPIC untuk mengadakan bahan baku, dan masih banyak yang lain.

  • Ilmu Komputer

Dalam ilmu Komputer ini sangat banyak pengembang yang memanfaatkan teknologi OSGI ini. Dari surfing di internet banyak yang mengulas tentang Pemrograman Java yang mengapdopsi teknologi osgi ini. Salah satu contoh adalah knopflerfish merupakan framework untuk melakukan OSGI didalam program Java. Dan juga eclipse IDE merupakan OSGI framework yang dikembangkan oleh eclipse dan berbasis GUI. Dan masih banyak juga dalam server serta program-program lain yang mengembangkan teknologi OSGI ini.


Sumber : http://idpelajar.com

JCP Merupakan Pengembangan Java Berbasis Komunitas

Usia Java telah 10 tahun, dan saat ini, Java (produk) dapat dikatakan sebuah implementasi dari Java (spesifikasi) itu sendiri, dimana spesifikasi Java (spesifikasi) dikeluarkan oleh badan yang disebut sebagai JCP (Java Community Process), yang secara kebetulan dinahkodai oleh Sun Microsystems sebagai pencipta Java (produk dan spesifikasi). Sebenarnya Implementasi Java itu sudah ada yaitu GNU Java (dari GNU.org milik Richard Stallman), Harmony (dari Apache, dimana donasi untuk solusi desktop yaitu AWT, merupakan sumbangan dari Intel, sedangkan kepala projek ini bekerja di IBM), serta Sun Java. Sun Java ini memiliki banyak turunan, yang dapat dikatakan dilisensikan, karena pihak lain tidak mau membuat dari nol tetapi mau menggunakan Java sebagai "merk"nya, yaitu IBM, Oracle, Bea, Blackdown (pembuat SDK Java untuk Linux) serta yang baru saja launching adalah FreeBSD. Dari cerita diatas, terlihat bahwa banyak sekali vendor yang membuat Java, mulai dari yang Open Source sampai yang komersil. Karena mengacu pada JCP, maka tidak ada kata "propietary", melainkan komersial (artinya mengkomersialisasikan implementasi berdasarkan spesifikasi). Sebenarnya misteri dari semua ini terletak pada JSR 270, yang merupakan nomor untuk spesifikasi Java terbaru.yaitu Java SE 6.0, yang saat ini memasuki beta. JSR 270 sebenarnya adalah kumpulan dari komponen penyusun dari Java SE 6.0 seperti 202: Class File Update, 199: Compiler API, 269: Annotation Processors, 221: JDBCTM 4.0 software, 223: Scripting, 105: XML Digital Signature, 173: Streaming API for XML, 222: JAXB 2.0, 250: Common Annotations, 181: WS Metadata, dan 224: JAX-WS 2.0. Semua angka-angka tersebut dapat dilihat di website JCP di http://www.jcp.org. Java SE 6.0 beta yang terbaru memasukan Java DB (rebranding dari Apache Derby) kedalam Java SDK 6.0 membuat banyak protes, karena Java DB bukan bagian dari spesifikasi JCP, tetapi sebuah projek Open Source yang merupakan donasi dari IBM, yang mana sebelumnya bernama Cloudscape, hasil akuisisi dari Informix. Pengembangan Java SE 6.0 milik Sun atau sering disebut Sun Java SE 6.0, sudah berbeda dengan pengembangan Java pada versi sebelumnya. Semua pihak dapat berpartisipasi dalam pengembangan Java SE 6.0 yang diberi kode mustang. Saat ini karena Sun masih memperjuangkan kata "compatible" antara implementasi Java (produk) yang dikembangkannya dengan Java SE keluaran vendor lain, maka pengembangan mustang ini tidak 100% Open Source versi OSI, dengan kata lain, source code didapat, tetapi dilarang memiliki dan forking adalah ilegal. Websitenya adalah http://mustang.dev.java.net. Statement ini menarik sekali, karena Sun berusaha mengamankan investasi Java bagi semua pihak (termasuk kekuasaannya), karena bilamana tidak compatible, Java akan berubah seperti halnya C/C++, yang mana setiap vendor C/C++ membuat implementasi sendiri, dan ini yang membuat setiap projek C/C++ seperti lautan yang berbeda berat jenis. Pastinya komponen vendor A tidak dapat digunakan di vendor B, demikian juga sebaliknya, bilamana dapat, itupun tidak semudah Java, hanya dengan perintah import, terutama di dunia multiplatform dan clustering, implementasi API C/C++ memerlukan keahlian khusus. Sun sedang mencari tahu cara agar Java miliknya Open Source sesuai dengan versi OSI, tetapi kompatibilitas yang diissuekan tetap terjaga. Ini juga terkait dengan statemen Jonathan Schawatz, yang merupakan CEO Sun saat ini yang berlatar belakang software, yang memiliki visi, semua software Sun akan diopensourcekan. Bilamana ini terjadi Sun akan menjadi perusahaan Open Source terbesar didunia. Saat ini Sun adalah perusahaan terbesar penyumbang aplikasi Open Source, beberapa yang terkenal adalah Emac, NFS, Dtrace. Dapat dibayangkan Linux tanpa NFS? Pergerakan ini sebenarnya juga sedang ditiru Microsoft, dengan produknya bernama .NET ke ECMA, untuk spesifikasi CLR, C#. Hanya perbedaannya didalam JCP sudah ada 950 perusahaan dan entitas, termasuk satu anggota kenegaraan (Brazil). Sedangkan di ECMA, mungkin baru Mono yang sedang menunggu implementasi WindowForm. Sebenarnya sebelumnya Microsoft juga adalah salah satu dari perusahaan yang melisensikan Java, tetapi Microsoft melakukan forking, sehingga terkena denda miliyaran dollar. Sehingga saat ini mungkin dapat dikatakan anggota JCP berkurang satu dari yang seharusnya. *) Penulis, Frans Thamura, adalah CEO Meruvian dan Intercitra Prima Integrasi, dua institusi bidang pelatihan serta pengembangan teknologi Java dan OSS. Penulis dapat dihubungi melalui e-mail frans[at]meruvian.com


Sumber : J
avaONdetik (http://www.detikinet.com )

Minggu, 20 Desember 2009

Middleware

Definisi Middleware

Software yang berfungsi sebagai lapisan konversi atau
penerjemah.
● Juga sebagai consolidator dan integrator.
– Middleware saat ini dikembangkan untuk
memungkinkan satu aplikasi berkomunikasi dengan
lainnya walaupun berjalan pada platform yang
berbeda.
● Saat ini terdapat bermacam produk yang menawarkan
middleware

Tujuan dan asalusul Middleware

Middleware adalah S/W penghubung yang berisi
sekumpulan layanan yang memungkinkan beberapa
proses dapat berjalan pada satu atau lebih mesin untuk
saling berinteraksi pada suatu jaringan
● Middleware sangat dibutuhkan untuk bermigrasi dari
aplikasi mainframe ke aplikasi client/server dan juga untuk
menyediakan komunikasi antar platform yang berbeda
● Middleware yang paling banyak dipublikasikan :
– Open Software Foundation's Distributed Computing Environment
(DCE),
– Object Management Group's Common Object Request Broker
Architecture (CORBA),
– Microsoft's COM/DCOM (Component Object Model)


Layanan Middleware


Menyediakan kumpulan fungsi API (Application
Programming Interfaces) yang lebih tinggi
daripada API yang disediakan sistem operasi dan
layanan jaringan yang memungkinkan suatu
aplikasi dapat :
– Mengalokasikan suatu layanan secara transparan pada
jaringan,
– Menyediakan interaksi dengan aplikasi atau layanan lain
– Tidak tergantung dari layanan jaringan
– Handal dan mampu memberikan suatu layanan
– Diperluas (dikembangkan) kapasitasnya tanpa
kehilangan fungsinya

Sumber : http://lecturer.ukdw.ac.id/budsus (Budi Susanto)

Selasa, 17 November 2009

Teknologi Telematika

TECHNOPRENEURSHIP : Inkubator Bisnis Berbasis Teknologi

Perubahan demi perubahan yang terjadi dari suatu zaman ke zaman berikutnya telah mengantarkan manusia memasuki era digital, suatu era yang seringkali menimbulkan pertanyaan : apakah kita masih hidup di masa kini atau telah hidup di masa datang. Pertanyaan ini timbul karena hampir segala sesuatu yang semula tidak terbayangkan akan terjadi pada saat ini, secara tiba-tiba muncul di hadapan kita. Masa depan seolah-olah dapat ditarik lebih cepat keberadaannya dari waktu yang semestinya, berkat kemajuan teknologi informasi.

Teknologi komunikasi dan informasi atau teknologi telematika (information and communication technology –ICT) telah diakui dunia sebagai salah satu sarana dan prasarana utama untuk mengatasi masalah-masalah dunia. Teknologi telematika dikenal sebagai konvergensi dari teknologi komunikasi (communication), pengolahan (computing) dan informasi (information) yang diseminasikan mempergunakan sarana multimedia. Masalah di Indonesia yang paling utama adalah bagaimana memecahkan masalah kesenjangan digital yang masih sangat besar dengan menumbuh-kembangkan inovasi atau teknopreneur industri telematika. Technopreneurship atau wirausaha teknologi merupakan proses dan pembentukan usaha baru yang melibatkan teknologi sebagai basisnya, dengan harapan bahwa penciptaan strategi dan inovasi yang tepat kelak bisa menempatkan teknologi sebagai salah satu faktor untuk pengembangan ekonomi nasional.

Pengusaha bidang teknologi (Technopreneur), khususnya teknologi informasi (TI) membutuhkan adanya kebebasan dalam berinovasi, tanpa harus terkekang oleh regulasi yang malah menghambat. Semakin pemerintah mengendurkan ketatnya regulasi yang mengatur gerakan grass root komunitas TI di Indonesia, maka akan memberikan dampak positif berupa tumbuhnya TI itu sendiri dan juga aspek bisnisnya. Hal ini sangat penting karena dilandasi pengalaman di lapangan, di mana seringkali terjadi benturan antara kepentingan badan usaha sebagai unit bisnis yang menuntut untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai wirausahawan dan melakukan perubahan-perubahan, menyesuaikan antara fakta yang ada dengan tuntutan perubahan serta memperbesar usaha, tetapi di sisi lain ada kepentingan-kepentingan Pemerintah yang mungkin saja berlawanan dengan kepentingan sebagai suatu unit bisnis. Padahal dalam technopreneurship diperlukan semangat kompetisi yang dominan, agar tidak tertinggal dari turbulensi bisnis global.

Dalam kurun waktu yang panjang, ilmu pengetahuan ditempatkan pada “kotak” tersendiri secara eksklusif, seolah-olah diasingkan dari kegiatan ekonomi. Dunia ilmu pengetahuan atau kita sebut dengan pendidikan, dianggap bukan menjadi bagian dari suatu sistem ekonomi. Dunia pendidikan dipandang sebagai suatu dunia tersendiri tempat dibangunnya nilai-nilai luhur, sementara dunia ekonomi dipandang sebagai dunia yang penuh dengan kecurangan, ketidakadilan, bahkan seolah dunia tanpai nilai (value). Cara pandang yang dikotomis tersebut, dalam kurun waktu yang lama belum dapat terjembatani secara baik. Masing-masing pihak lebih mementingkan dan meng claim sebagai pihak yang paling benar.

Yang perlu kita ketahui adalah bahwa dalam era ekonomi yang berbasis ilmu pengetahuan, pendidikan merupakan wujud dari keberhasilan pembangunan nasional suatu negara. Bahkan pendidikan dapat menjadi keunggulan daya saing suatu negara. Dengan kata lain, pendidikan memegang peran strategis dalam memajukan ekonomi bangsa. Dan hal ini telah dibuktikan oleh negara-negara industri baru seperti Singapore, Taiwan dan Malaysia, di mana dengan membangun sarana dan prasarana pendidikan secara serius dalam sepuluh tahun terakhir, kualitas kehidupan bangsa-bangsa tersebut terus meningkat.

Bagaimana dengan Indonesia ?. Selama berpuluh tahun, pendidikan dijadikan alat politik penguasa, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Akibatnya pendidikan berjalan lamban (too slow), sehingga tidak dapat mengejar tuntutan perubahan. Pendidikan belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perubahan yang terjadi atau masih sangaPerubahan demi perubahan yang terjadi dari suatu zaman ke zaman berikutnya telah mengantarkan manusia memasuki era digital, suatu era yang seringkali menimbulkan pertanyaan : apakah kita masih hidup di masa kini atau telah hidup di masa datang. Pertanyaan ini timbul karena hampir segala sesuatu yang semula tidak terbayangkan akan terjadi pada saat ini, secara tiba-tiba muncul di hadapan kita. Masa depan seolah-olah dapat ditarik lebih cepat keberadaannya dari waktu yang semestinya, berkat kemajuan teknologi informasi.

Teknologi komunikasi dan informasi atau teknologi telematika (information and communication technology –ICT) telah diakui dunia sebagai salah satu sarana dan prasarana utama untuk mengatasi masalah-masalah dunia. Teknologi telematika dikenal sebagai

konvergensi dari teknologi komunikasi (communication), pengolahan (computing) dan informasi (information) yang diseminasikan mempergunakan sarana multimedia. Masalah di Indonesia yang paling utama adalah bagaimana memecahkan masalah kesenjangan digital yang masih sangat besar dengan menumbuh-kembangkan inovasi atau teknopreneur industri telematika. Technopreneurship atau wirausaha teknologi merupakan proses dan pembentukan usaha baru yang melibatkan teknologi sebagai basisnya, dengan harapan bahwa penciptaan strategi dan inovasi yang tepat kelak bisa menempatkan teknologi sebagai salah satu faktor untuk pengembangan ekonomi nasional.

Pengusaha bidang teknologi (Technopreneur), khususnya teknologi informasi (TI) membutuhkan adanya kebebasan dalam berinovasi, tanpa harus terkekang oleh regulasi yang malah menghambat. Semakin pemerintah mengendurkan ketatnya regulasi yang mengatur gerakan grass root komunitas TI di Indonesia, maka akan memberikan dampak positif berupa tumbuhnya TI itu sendiri dan juga aspek bisnisnya. Hal ini sangat penting karena dilandasi pengalaman di lapangan, di mana seringkali terjadi benturan antara kepentingan badan usaha sebagai unit bisnis yang menuntut untuk selalu bersikap dan berperilaku sebagai wirausahawan dan melakukan perubahan-perubahan, menyesuaikan antara fakta yang ada dengan tuntutan perubahan serta memperbesar usaha, tetapi di sisi lain ada kepentingan-kepentingan Pemerintah yang mungkin saja berlawanan dengan kepentingan sebagai suatu unit bisnis. Padahal dalam technopreneurship diperlukan semangat kompetisi yang dominan, agar tidak tertinggal dari turbulensi bisnis global.

Dalam kurun waktu yang panjang, ilmu pengetahuan ditempatkan pada “kotak” tersendiri secara eksklusif, seolah-olah diasingkan dari kegiatan ekonomi. Dunia ilmu pengetahuan atau kita sebut dengan pendidikan, dianggap bukan menjadi bagian dari suatu sistem ekonomi. Dunia pendidikan dipandang sebagai suatu dunia tersendiri tempat dibangunnya nilai-nilai luhur, sementara dunia ekonomi dipandang sebagai dunia yang penuh dengan kecurangan, ketidakadilan, bahkan seolah dunia tanpai nilai (value). Cara pandang yang dikotomis tersebut, dalam kurun waktu yang lama belum dapat terjembatani secara baik. Masing-masing pihak lebih mementingkan dan meng claim sebagai pihak yang paling benar.

Yang perlu kita ketahui adalah bahwa dalam era ekonomi yang berbasis ilmu pengetahuan, pendidikan merupakan wujud dari keberhasilan pembangunan nasional suatu negara. Bahkan pendidikan dapat menjadi keunggulan daya saing suatu negara. Dengan kata lain, pendidikan memegang peran strategis dalam memajukan ekonomi bangsa. Dan hal ini telah dibuktikan oleh negara-negara industri baru seperti Singapore, Taiwan dan Malaysia, di mana dengan membangun sarana dan prasarana pendidikan secara serius dalam sepuluh tahun terakhir, kualitas kehidupan bangsa-bangsa tersebut terus meningkat.

Bagaimana dengan Indonesia ?. Selama berpuluh tahun, pendidikan dijadikan alat politik penguasa, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Akibatnya pendidikan berjalan lamban (too slow), sehingga tidak dapat mengejar tuntutan perubahan. Pendidikan belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perubahan yang terjadi atau masih sangat sedikit (too little). Bahkan pendidikan seringkali terlambat (too late) dalam mengadaptasi perubahan, sehingga pendidikan tertinggal dan belum mampu menjawab tantangan masa depan. Faktor penyebabnya adalah karena kebijakan yang ada disamping tambal sulam, juga dibuat secara tergesa-gesa. Bahkan pemerintah dinilai belum memiliki visi dan komitmen yang jelas tentang pendidikan.

Sehingga dapat dikatakan bahwa Indonesia baru dan sedang melakukan perubahan orientasi pendidikan dari pendidikan yang berbasis akademis kepada pendidikan yang berbasis kompetensi. Disinilah pokok bahasan tentang technopreneurship tersebut perlu dikembangkan. Memang tidak mudah untuk dilaksanakan, namun menjadi sebuah tantangan bagi kita untuk memajukan bangsa ini pada masa yang akan datang. t sedikit (too little). Bahkan pendidikan seringkali terlambat (too late) dalam mengadaptasi perubahan, sehingga pendidikan tertinggal dan belum mampu menjawab tantangan masa depan. Faktor penyebabnya adalah karena kebijakan yang ada disamping tambal sulam, juga dibuat secara tergesa-gesa. Bahkan pemerintah dinilai belum memiliki visi dan komitmen yang jelas tentang pendidikan.

Sehingga dapat dikatakan bahwa Indonesia baru dan sedang melakukan perubahan orientasi pendidikan dari pendidikan yang berbasis akademis kepada pendidikan yang berbasis kompetensi. Disinilah pokok bahasan tentang technopreneurship tersebut perlu dikembangkan. Memang tidak mudah untuk dilaksanakan, namun menjadi sebuah tantangan bagi kita untuk memajukan bangsa ini pada masa yang akan datang.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki

Fitur - fitur Interface Pada telematika

eBuddy

eBuddy Web Messenger

eBuddy Web Messenger adalah aplikasi berbasiskan web, membuat penggunanya dapat melakukan pengiriman pesan instan menggunakan layanan dan protokol dari berbagai pengirim pesan instan. Aplikasi ini merupakan aplikasi gratis yang dapat dibuka melalui alamat www.ebuddy.com. Aplikasi berbasiskan web ini dapat digunakan tanpa instalansi terlebih dahulu. Fitur-fiturnya :

  • Tidak perlu instalasi
  • Pilihan tema
  • Chatting dan mengatur kontak dalam satu layar
  • Menambah dan mengatur daftar teman
  • Mengunggah avatar
  • Menyimpan pesan instan
  • Mengirim / menerima pesan offline
  • Mendukung berbagai bahasa penggunaan
  • Mendukung webcam

eBuddy Mobile Messenger

Pada Bulan Juni 2007, eBuddy meluncurkan versi mobilenya yang bernama eBuddy Mobile Messenger. Aplikasi yang berbasiskan J2ME ini dapat digunakan pada 600 lebih jenis telepon selular di dunia. Versi ini menawarkan berbagai fitur seperti menggugah avatar dan mengirimkan gambar dalam sebuah chatting. Fitur-fiturnya :

  • Mengunduh dengan cepat
  • Kecanggihan interface
  • Mendukung berbagai layanan pengiriman pesan instan
  • Menambah dan mengatur daftar teman
  • Melihat profil teman
  • Tidak ada duplikat nama teman
  • Hemat penggunaan data
  • Hemat daya
  • Mengirim / menerima pesan offline
  • Mengunggah gambar sebagai avatar
  • Mengirim gambar dalam sebuah chatting
  • Suara dan getar
  • Menyimpan pesan yang baru berlalu pada bagian atas
  • Pengetikan pesan langsung pada jendela chatting


eBuddy untuk iPhone dan iPod Touch

Tanggal 13 Juli 2007, eBuddy merilis versi Alpha, khusus untuk iPhone dan iPod Touch. Aplikasi ini dapat dibeli di App Store. Pada awal tahun 2008, versi ini diperbarui oleh eBuddy Lite Messenger. Fitur-fiturnya :

  • Multi-network
  • Kembali ke chatting di Safari setelah panggilan
  • Menambah / mengatur daftar kontak
  • Mengirim / menerima pesan offline
  • Mendukung berbagai bahasa penggunaan

eBuddy Lite Messenger

Pada awal tahun 2008, eBuddy versi Alpha diperbarui oleh eBuddy Lite Messenger. Terdapat versi khusus eBuddy Lite Messenger untuk iPhone, iPod Touch, dan Sony PSP. Selain melalui tiga perangkat tersebut, eBuddy Lite Messenger juga dapat digunakan melalui telepon selular, internet-enabled televisi dan juga Nintendo DS. Aplikasi ini dapat digunakan melalui perangkat apapun dengan koneksi internet, tidak perlu menginstal apapun terlebih dahulu. Fitur-fiturnya :

  • Gratis dan tidak perlu instalansi
  • Dapat digunakan melalui semua telepon selular yang terdapat koneksi internet
  • Mendukung berbagai layanan pengiriman pesan instan
  • Chatting dan mengatur kontak dalam satu layar
  • Menambah dan mengatur daftar teman
  • Mengirim / menerima pesan offline
  • Mengatur pesan pribadi
  • Emoticon, suara, getaran, dan buzzers
  • Tersedia dalam 26 bahasa yang berbeda

eBuddy untuk Android

Tanggal 14 May 2007, eBuddy meluncurkan versi yang dirancang khusus untuk ponsel Android, seperti T-Mobile G1 atau HTC Magic. eBuddy versi ini menggabungkan internet, hiburan, televisi, dan GPS dalam satu aplikasi. Aplikasi eBuddy tersebut dapat didapatkan di Pasar Android. Fitur-fiturnya :

  • Multi-network
  • Masuk dengan lebih cepat
  • Mengetik indikator
  • Tetap online saat menerima panggilan
  • Peringatan pesan baru dalam bar status Android
  • Beralih secara mudah antara percakapan chatting
  • Emoticon, suara, getaran, dan buzzers
  • Otomatis menyambung kembali
  • Menerima pesan offline

eBuddy ID

Pada bulan Februari 2008 eBuddy memperkenalkan eBuddy ID yang memudahkan akses ke jaringan eBuddy. Dengan eBuddy ID, pengguna dapat masuk dengan beberapa akun pesan instan secara otomatis. eBuddy ID akan menyimpan pengaturan sehingga pengguna tidak perlu melakukan pengaturan setiap kali masuk. Aplikasi ini juga memberikan akses ke fitur premium seperti webcam chat. Selain pada web, eBuddy ID juga dapat digunakan pada telepon selular.

Kelebihan dan Kekurangan

eBuddy sebagai pengiriman pesan instan memiliki kelebihan dan kekurangan bila dibandingkan dengan aplikasi sejenis. Kelebihan :

  • Kaya fitur, termasuk webcam chat
  • Interface yang menarik
  • Tidak perlu registrasi

Kekurangan :

  • Menghabiskan banyak bandwidth
  • Tidak ada tema
  • Iklan
  • Tidak dapat memata-matai
  • Tidak dapat mengirim pesan kepada grup

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Ebuddy












Selasa, 10 November 2009

Layanan Telematika



Tidak dapat dipungkiri bahwa seperti halnya infrastruktur transportasi, jalan, dan listrik, teknologi telematika yang merupakan konvergensi dari telekomunikasi, teknologi informasi dan penyiaran memungkinkan terlaksananya aktivitas perekonomian dan sosial kemasyarakatan dengan lebih baik. Meski kontribusi sektor telematika dalam Pendapatan Nasional belum cukup signifikan, hanya sebesar 5.1% utuk tahun 2000 dan 5.8% untuk tahun 2001 namun dengan tersedianya infrastruktur dan layanan telekomunikasi dan informasi, sesungguhnya membantu aktivitas perekonomian, pendidikan, pemerintahan dan aktivitas di sektor lain untuk dapat lebih cepat berputar, lebih efisien berproses dan pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan di sektor lain selain telekomunikasi dan informasi.

Salah satu contoh dari dampak langsung pertumbuhan industri telekomunikasi dan informasi di Indonesia terdapat di majalah Warta Ekonomi edisi Maret 2001 yang mencatat ada sedikitnya 900 perusahaan dotcom di Indonesia pada saat booming bisnis e-commerce. Jika rata – rata setiap perusahaan menyerap 50 tenaga kerja ahli di bidang telematika, maka 45.000 tenaga kerja telah terserap dalam industri dotcom di Indonesia. Di bidang penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi, serta penyedia layanan Teknologi Informasi (TI), diperkirakan tidak kurang dari satu juta tenaga kerja terserap di sektor ini. Sayangnya, menyusul surutnya bisnis e-commerce dan kurangnya dukungan infrastruktur informasi di Indonesia menjadikan banyak perusahaan dotcom Indonesia kurang berhasil dibandingkan India atau negara lain.

Masalah infrastruktur telekomunikasi dan informasi akan semakin mudah dipahami apabila kita melihat wilayah Indonesia bagian timur yang dari sisi kondisi geografisnya cukup sulit untuk dijangkau dan mengakibatkan pembangunannya selalu tertinggal dari wilayah Indonesia lainnya. Dengan adanya teknologi telematika aliran informasi dapat diterima oleh penduduk di kawasan Indonesia timur pada saat yang bersamaan dengan penduduk di daerah lainnya, sehingga tidak terjadi masalah kesenjangan informasi yang akan berakibat pada kurang kompetitifnya daerah kawasan Indonesia timur. Demikian juga dalam hal pendidikan, dengan adanya teknologi telematika, hambatan untuk memperoleh pendidikan mulai dari jenjang sekolah dasar hingga tingkat tinggi dapat diminimalisir melalui tele-education. Perdagangan dapat dipercepat transaksinya dan perhitungan bisnis menjadi lebih akurat melalui e-commerce. Selanjutnya diharapkan pertumbuhan pembangunan akan terjadi dengan memberdayakan potensi daerah kawasan Indonesia timur itu sendiri.

Pembangunan sektor telekomunikasi diyakini akan menarik berkembangnya sektor – sektor lain, sebagaimana diyakini oleh organisasi telekomunikasi dunia, ITU, yang secara konsisten menyatakan bahwa penambahan investasi di sektor telekomunikasi sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3%. Hipotesis ini telah terbukti kebenarannya di negara – negara Jepang, Korea, Kanada, Australia, negara – negara Eropa, Skandinavia, dan lainnya yang telah memberi perhatian besar pada sektor telekomunikasi, sehingga selain jumlah pengguna telepon (teledensity) meningkat, terjadi pula peningkatan pertumbuhan ekonomi. Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa Teknologi Telematika sesungguhnya merupakan bagian dari infrastruktur pembangunan.

Akibat arus globalisasi ekonomi dan kondisi di banyak negara infrastruktur telematikanya telah tersedia dalam jumlah yang cukup banyak, maka oleh lingkungan internasional, teknologi telematika khususnya telekomunikasi telah dianggap sebagai komoditas, dan oleh karenanya dalam aktivitas transaksinya selalu menggunakan perhitungan bisnis yang berorientasi profit. Indonesia yang juga tergabung dalam organisasi WTO, tidak terkecualikan dalam lingkungan global ini. Saat ini dapat dikatakan hampir tidak ada perusahaan-perusahaan penyedia jaringan dan layanan telekomunikasi di Indonesia yang tidak berorientasi profit. Pemerintah sendiri sudah sejak beberapa tahun terakhir tidak pernah lagi mengalokasikan dananya untuk membangun infrastruktur telekomunikasi. Tugas pembangunan infrastruktur telekomunikasi dibebankan kepada swasta atau BUMN. Dari penjelasan ini, maka infrastruktur telekomunikasi dan informasi telah menjadi komoditas. Dengan memperlakukan infrastruktur telekomunikasi dan informasi sebagai komoditas, diharapkan pemerintah tidak perlu terlalu jauh mengatur kompetisi dalam penyediaan komoditas, dan mulai menyerahkan pengaturannya kepada mekanisme pasar.

Namun harus disadari bahwa belum seluruh penduduk Indonesia dapat menikmati manfaat dari infrastruktur telekomunikasi ini, bahkan Indonesia termasuk negara yang memiliki jumlah infrastruktur telekomunikasi yang rendah di dunia. Meskipun duopoli dalam kompetisi di sektor telekomunikasi telah diberlakukan, tampaknya aturan pasca duopoli masih perlu diperbaiki agar lebih banyak masyarakat yang dapat memperoleh manfaat layanan telematika. Oleh karenanya penanganan masalah telekomunikasi dalam menyikapi lingkungan global dan kebutuhan penyediaan infrastruktur domestik perlu dilakukan secara hati-hati dan terencana mengingat berbagai permasalahan yang terdapat di dalam sektor yang terkonvergensi ini dan kaitannya dengan keterhubungan infrastruktur luar negeri yang cukup kompleks.

Untuk permasalahan penyiaran, perlu dipikirkan secara sungguh-sungguh penanganan masalah lembaga penyiaran publik, masalah kepemilikan silang dan kepemilikan asing dari lembaga penyiaran swasta dan masalah konten yang memerlukan kejelian dalam menyesuaikannya dengan hal-hal yang berkaitan dengan aspek sosial dan budaya masyarakat Indonesia.

Sumber : Pupil Klasmaya at